Perjanjian Perkawinan

Legal keluarga memberikan jasa pembuatan perjanjian perkawinan dalam 2 (dua) waktu pilihan, yaitu:

  • Sebelum perkawinan berlangsung (prenuptial agreement), atau
  • Setelah perkawinan dilangsungkan (postnuptial agreement).

Adapun tujuan pembuatan perjanjian perkawinan adalah agar terjadi pemisahan harta suami dan isteri selama melangsungkan perkawinan.

Adapun akibat jika terjadi pemisahan harta setelah tanda tangan perjanjian perkawinan, yaitu:

  • Suami atau isteri bila membeli asset tidak perlu persetujuan bersama, karena asset yang dibeli atas nama suami adalah milik suami. Demikian juga bila isteri membeli asset atas namanya, adalah milik isteri;
  • Bila terjadi perceraian, asset atas nama suami milik suami dan asset atas nama isteri milik isteri

Pencatatan perjanjian perkawinan :

  • Perjanjian perkawinan untuk beragama Islam dicatatkan di KUA, dibawah Kementerian Agama.;
  • Perjanjian perkawinan yang beragama Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu pencatatan perjanjian perkawinan dilakukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DukCapil) dibawah Kementerian Dalam Negeri.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan, maka selanjutnya silahkan hubungi kami.

Syukrian, SH

Chief Customer Officer
Legal Keluarga

Ada pertanyaan seputar konsultasi hukum atau jasa pengacara ?

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?