Artikel

5 Pertimbangan Memilih Pengacara Perceraian

Ketika suami atau istri berencana mengajukan gugatan atau permohonan cerai ke pengadilan, mereka sering menghadapi satu pertanyaan penting, yaitu apakah perlu menggunakan jasa pengacara perceraian atau mengurusnya sendiri.

Pada dasarnya, setiap orang memang dapat mengajukan gugatan atau permohonan cerai tanpa pendampingan pengacara. Namun demikian, tidak semua orang memahami proses, prosedur, serta strategi hukum perceraian di pengadilan. Selain itu, banyak pihak merasa lebih tenang dan terarah ketika pengacara mendampingi mereka selama persidangan. Oleh karena itu, cukup banyak suami dan istri akhirnya memilih menggunakan jasa pengacara perceraian.

Agar tidak salah memilih, berikut 5 pertimbangan penting dalam memilih pengacara perceraian.

1. Pengacara Wajib Memiliki Legalitas Resmi

Pertama-tama, Anda harus memastikan bahwa pengacara yang Anda pilih memiliki legalitas resmi. Pengacara yang sah wajib memiliki kartu advokat serta Berita Acara Sumpah (BAS) dari pengadilan.

Pengadilan hanya mengakui pengacara yang memenuhi syarat tersebut. Dalam praktik persidangan, hakim sering meminta pengacara menunjukkan kartu advokat dan BAS pada sidang awal. Apabila pengacara tidak dapat menunjukkan legalitas tersebut, hakim biasanya menunda persidangan dan memerintahkan pengacara melengkapinya.

Lebih jauh lagi, apabila pengacara tetap tidak dapat melengkapi legalitasnya, hakim akan menyarankan klien untuk mengganti pengacara atau melanjutkan perkara tanpa pendampingan hukum. Oleh sebab itu, legalitas menjadi syarat mutlak dalam memilih pengacara perceraian.

2. Pengacara Harus Memahami Hukum Perkawinan dan Keluarga

Selain legalitas, Anda juga perlu memastikan bahwa pengacara benar-benar memahami hukum perkawinan dan hukum keluarga di Indonesia. Pemahaman ini sangat penting karena Undang-Undang Perkawinan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memutuskan perceraian.

Undang-undang hanya mengizinkan perceraian apabila pihak yang mengajukan gugatan mampu membuktikan alasan perceraian yang sah. Oleh karena itu, pengacara harus mampu menyusun gugatan secara tepat dan berbasis hukum.

Adapun alasan perceraian yang dapat diajukan ke pengadilan meliputi:

  1. Salah satu pihak melakukan zina atau kebiasaan buruk seperti mabuk, judi, atau narkoba
  2. Salah satu pihak meninggalkan pasangan selama dua tahun berturut-turut tanpa izin dan tanpa alasan sah
  3. Salah satu pihak menjalani hukuman penjara lima tahun atau lebih
  4. Salah satu pihak melakukan kekerasan atau penganiayaan berat
  5. Salah satu pihak menderita penyakit atau cacat yang menghalangi kewajiban sebagai suami atau istri
  6. Suami dan istri terus-menerus berselisih dan tidak mungkin hidup rukun kembali

Selain itu, bagi pasangan beragama Islam, pengacara juga dapat menambahkan alasan berupa pelanggaran taklik talak atau peralihan agama yang menimbulkan ketidakharmonisan.

Meskipun demikian, pengadilan tidak mewajibkan pembuktian seluruh alasan tersebut. Penggugat cukup membuktikan satu alasan yang kuat agar pengadilan dapat mengabulkan perceraian.

3. Pengacara Wajib Menjaga Kerahasiaan Klien

Selanjutnya, Anda perlu memilih pengacara yang mampu menjaga kerahasiaan seluruh informasi klien. Perceraian termasuk perkara yang bersifat privat dan tertutup untuk umum. Oleh karena itu, hanya pihak-pihak tertentu yang berhak mengetahui proses persidangan, seperti klien, hakim, panitera, dan pengacara.

Pengacara yang profesional tidak akan membocorkan informasi perceraian klien kepada pihak lain tanpa izin. Dengan demikian, Anda dapat merasa aman dan nyaman selama menjalani proses hukum yang sensitif ini.

4. Pengacara Harus Mudah Diajak Berkomunikasi

Selain kompetensi hukum, Anda juga perlu memperhatikan kemudahan komunikasi. Pengacara yang baik selalu terbuka untuk berdiskusi, menjelaskan perkembangan perkara, dan memberikan saran hukum secara jelas.

Melalui komunikasi yang baik, pengacara dapat memahami kondisi klien secara menyeluruh. Bahkan, pada tahap awal, pengacara biasanya akan memberikan nasihat untuk mempertimbangkan kembali keputusan bercerai. Namun, apabila klien tetap memilih bercerai, pengacara akan menyusun gugatan secara sistematis berdasarkan fakta dan bukti yang ada.

Dengan demikian, komunikasi yang lancar akan membantu klien mengambil keputusan hukum yang tepat.

5. Pengacara Menawarkan Biaya yang Wajar dan Terjangkau

Terakhir, Anda juga perlu mempertimbangkan biaya jasa pengacara perceraian. Setiap kantor pengacara memiliki kebijakan tarif yang berbeda. Oleh karena itu, Anda berhak memilih pengacara dengan biaya yang sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Dalam praktiknya, biaya jasa pengacara perceraian dapat berkisar antara belasan juta hingga puluhan juta rupiah, tergantung kompleksitas perkara. Namun demikian, apabila Anda merasa biaya tersebut terlalu tinggi, Anda juga dapat mencari bantuan melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang menyediakan layanan hukum dengan biaya ringan atau bahkan gratis.


Apabila Anda ingin berkonsultasi mengenai gugatan atau permohonan perceraian, hak asuh anak, maupun pembagian harta bersama (gono-gini), silakan hubungi legalkeluarga.id melalui:

📞 Telepon / WhatsApp: 0813-8968-6009
📧 Email: klien@legalkeluarga.id

WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?