Cara Pengambilan Akta Cerai Untuk Non Muslim

Cara Pengambilan Akta Cerai Untuk Non Muslim

Tidak ada cerai yang putus tanpa melalui proses pengadilan. Oleh karena itu, syarat utama seseorang yang ingin bercerai dari pasangannya adalah dengan cara mengajukan gugatan/permohonan cerai ke Pengadilan.

Untuk mereka yang menikah secara islam dan mencatatkan perawinannya di Kantor Urusan Agama (KUA), maka proses perceraiannya dilakukan di Pengadilan Agama.

Setelah pengadilan agama memutus cerai dan tidak ada upaya hukum keberatan, maka tahap selanjutnya adalah pengambilan “Akta Cerai” yang langsung dikeluarkan oleh Pengadilan Agama.

Untuk mereka yang menikah secara Non Muslim dan mencatatkan perkawinannya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), maka proses percerainnya diselesaikan melalui Pengadilan Negeri.

Adapun proses pengambilan “Akta Cerai-nya” tidak dikeluarkan oleh Pengadilan, akan tetapi dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Terdapat beberapa persyaratan yang anda harus perhatikan untuk mengambil Akta Cerai di Dukcapil setelah pengadilan memutus perceraian anda, yaitu :

  1. KTP Suami dan Isteri (Foto Copy);
  2. Akta Perkawinan Yang dikeluarkan oleh Dukcapil (Asli);
  3. Salinan Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (in kracht); (Salinan Putusan Foto Copy yang telah distempel)
  4. Surat Pengantar dari Pengadilan ke Dukcapil terkait permintaan pengambilan akta cerai; (Asli).
  5. Kartu Keluarga (KK); (Foto Copy)
  6. Mengisi formulir yang disedikan oleh Dukcapil.

Pengambilan Akta Cerai dapat diwakili oleh kuasa atau pengacara dari pihak pemohon.

 

Apabila anda ingin berkonsultasi mengenai pengambilan akta cerai, silahkan hubungi kami legalkeluarga.id melalui :

Telepon/ WhatsApp : 0813-8968-6009 atau

Email klien@legalkeluarga.id

 

 

(Visited 794 times, 3 visits today)
Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *